batu mulia punya kabupaten tulungagung / by.rioanjany.blogspot.com
batu mulia punya kabupaten tulungagung / by.rioanjany.blogspot.com
batu mulia punya kabupaten tulungagung / by.rioanjany.blogspot.com
Tulungagung (Antara Jatim) - Perajin batu akik di Kabupaten Tulungagung,
Jawa Timur mengaku kewalahan melayani permintaan konsumen yang
meningkat pesat, baik untuk memoles batu akik maupun dalam hal pembuatan
gagang (emban) jenis batu mulia tersebut.
"Tetap dilayani,
tapi kami pengerjaannya menjadi lama. Bisa sampai beberapa hari untuk
mengerjakan pemolesan maupun pembuatan 'emban'," kata salah seorang
perajin batu akik di Desa Botoran, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung
Hariadi di Tulungagung, Rabu.
Ia mengungkapkan, saat ini pesanan untuk membuat gagang cincin cukup banyak.
Jumlahnya bahkan jauh meningkat dibandingkan sebelumnya, terutama sejak batu akik mengalami "booming", seperti saat ini.
"Dulu sehari pelanggan yang datang bisa dihitung dengan jari,
sekarang bisa sampai puluhan. Itu yang membuat kami harus menjadwal
pengerjaannya dan tidak mungkin dua-tiga hari selesai,"
ujarnya.
Tidak hanya Hariadi, lonjakan permintaan pemolesan maupun pembuatan
emban batu akik juga dirasakan Kartolo, perajin akik lain asal
Trenggalek.
Banyaknya permintaan membuat ia mulai berfikir
untuk menambah tenaga perajin untuk pengerjaan pemolesan serta pembuatan
gagang atau emban akik.
"Ada rencana untuk mengembangkan usaha (menambah perajin) mengingat potensi usaha ini cukup menjanjikan," ujarnya.
Hariadi dan Kartolo mengaku bahkan sempat menolak jika pelanggan ingin selesai cepat.
Sebab, kata keduanya, banyak pesanan membuatnya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan pesanan tersebut.
"Kalau dulu sebelum ramai seperti sekarang ini, dalam tiga atau
empat hari, pesanan bisa selesai dan diambil. Sekarang, kalau mau pesan
gagang cincin, minimal satu bulan baru bisa diambil," jelas Hariadi.
Ditempatnya, Hariadi mematok harga Rp25ribu untuk satu gram gagang cincin perak buatannya.
Sedangkan upah pembuatannya dipatok Rp150 ribu hingga Rp200 ribu
per buah cincin, tergantung dari besar kecilnya gagang tersebut.
Namun, seiring meningkatnya pesanan, upah pembuatan juga ikut naik
menjadi Rp250 ribu hingga Rp300 ribu untuk setiap gagang cincin.
"Dengan banyaknya pesanan, upah pembuatan gagang cincin juga naik," ujarnya.
Hariadi menambahkan, kebanyakan pesanan yang dia terima dari
seputaran Tulungagung namun ada juga yang dari luar kota, terutama dari
kalangan pelanggannya sejak 1979.
Biasanya, kata dia, pelanggan datang membawa batu sendiri kemudian dipesankan gagang batu akik di tempatnya.
Motif gagang atau emban yang paling disukai oleh pelanggan yakni
motif campuran perak dengan emas, karena jika bosan dengan model
tersebut, bisa dilebur dan dibentuk kembali sesuai keinginan pelanggan.
"Motif yang digemari yakni campuran perak dengan emas, karena model bisa dibentuk sesuai dengan keinginan konsumen,"
Bagus websitenya gan. Kalau beli motor hubungi saya area tulungagung kediri,trenggalek. Kunjungi www.guskecil.top
BalasHapusArtikel bagus gan,tolong klik disini
BalasHapus